Minggu, 03 Juli 2011

Tips Menjadi Pemimpin yang Handal


Tidak lah mudah untuk menjadi PEMIMPIN yang mempunyai PENGARUH kuat didalam organisasi. Ini seperti membawa lari kelereng yang diletakkan di sendok dan digigit di mulut, gampang-gampang susah .
 PENGARUH adalah hal mutlak yang diperlukan dalam hal KEPEMIMPINAN. Berikut adalah Tips yang Fresh yang selalu saya lakukan untuk mendapatkan PENGARUH dalam organisasi:
  1. Memberikan Teladan dalam keseharian kerja, mulai dari disiplin jam kerja, kebersihan, kerapian, tingkah laku, tutur kata dan sebangsanya.
   2. Melakukan personal approach ke setiap Individu didalam organisasi untuk sekedar ngobrol, membicarakan masalah sehari – hari bahkan jika anda sukses “masuk” kedalam dunia lawan bicara anda, anda akan mendapatkan informasi yang jauh sangat berharga bagi anda sebagai seorang PEMIMPIN. Informasi tersebut bisa berupa Kebahagiaan dalam bekerja sampai dengan Keluhan dalam bekerja. Dari a ….. z deh . Ini adalah kesempatan bagus yang bisa anda pakai untuk minimal ber-Empati bahkan sampai memberikan solusi yang Manjur (tidak dengan gaya menggurui). Kalau istilah komputer nya sih Social Engineering dalam dunia Hacking yang diperkenalkan oleh Kevin D Mitnick (Hacker legendaris Amerik)
   3. Selalu menelurkan ide, terobosan atau inovasi baru dalam lingkungan kerja dan begitu juga sebaliknya, terbuka terhadap ide, terobosan, atau inovasi baru dari teman sekerja.
   4. Dapat mempercayai dan dapat dipercaya.
   5. Mempunyai sifat untuk “melindungi” partner dalam bersama-sama menghadapi berbagai permasalahan yang muncul sebagai resiko dalam pekerjaan .
SUMBER : http://kepemimpinan.wordpress.com/2007/05/28/tips-menjadi-pemimpin-yang-handal-04/

Tips Memotivasi diri


Bagaimana cara praktis agar kita dapat memotivasi diri kita sendiri,
 Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan:
1. Bacalah buku buku maupun artikel positif. Anda tidak akan sukses tanpa melakukan hal ini. Anda dapat memperkaya diri sendiri dengan berbagai buku dan artikel dengan berbagai topik positif. Sukses membutuhkan kesiapan anda diberbagai hal. Tidak hanya sekedar motivasi, karena untuk sukses ada banyak tantangan dengan berbagai ragam permasalahan. Dengan membaca buku dan artikel anda akan lebih siap menghadapinya. Kalau perlu anda tambah dengan berbagai audio atau rekaman motivasi.

2. Memotivasi diri sendiri dengan “self talk”. Ini adalah bagian dari kekuatan intrapersonal. Anda harus berjuang untuk selalu berkata pada diri anda sendiri bahwa anda bisa mendapatkan kesuksesan yang ingin anda raih
3. Tetap fokus pada impian anda tersebut. Jangan buang waktu anda untuk mendengarkan hal hal negatif yang dapat membuat anda makin menjauh dari tujuan. Pilihlah lingkungan anda dengan bijak. Cari lingkungan yang memberi nilai positif.
4. Tetapkan tindakan tindakan yang perlu anda lakukan untuk mencapai tujuan anda baik jangka panjang maupun pendek ( bulanan atau tahunan ). Belajarlah cara membuat goal setting, action dan reward. Jangan harap anda bisa sukses apabila anda tidak melakukan tindakan apapun.
5. Evaluasi tindakan anda dan lakukan perubahan atau perbaikan yang diperlukan untuk selalu fokus pada impian anda
SUMBER : http://yohanestantama.com/2007/cara-memotivasi-diri-sendiri/

Makalah Interpersonal skill

MAKALAH INTERPERSONAL SKILL



DISUSUN OLEH :
MY REDO PERMANA
04210048
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
SISTEM INFORMASI

Kata Pengantar
 Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan Tugas Makalah ini untuk memenuhi Tugas mata kuliah Interpersonal skill.
Mungkin dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu dari segi penulisan, isi dan lain sebagainya, maka penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran guna perbaikan untuk pembuatan makalah untuk hari yang akan datang.
Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Atas semua ini saya mengucapkan terima kasih . Semoga bermanfaat bagi pembaca.

           











Daftar Isi

Kata Pengantar ……………………………………………………………… 1
Daftar Isi ……………………………………………………………………... 2
Isi
Ø Menentukan tujuan hidup …………………………………....……… 3
Ø Manajemen stress …………………………………………………….. 5
Ø Kepemimpinan ……………………………………………………….. 6
Ø Memotivasi diri sendiri dan orang lain ……………………………... 8
Ø Berpikir kreatif ………………………………………………………. 10
Kesimpulan ……………………..…………………………………………… 14
Daftar Pustaka ……………………………………………………………… 15










Menentukan Tujuan Hidup
Kehidupan ini adalah sebuah janji; Penuhi janji itu."
Tujuan hidup adalah keyakinan, moral, atau standar yang akan mengendalikan hidup kita, sebab ia (tujuan hidup) memandu pola pikir dan perilaku kita.
Contoh seorang ayah ingin meluangkan waktu bersama anak lelakinya. Ia merencanakan nonton pertandingan sepak bola. Tetapi ia kecewa karena mobilnya terjebak macet parah.
Sesaat kemudian ia segera melupakan rasa kecewa dan kembali ceria, sebab ia ingat tujuannya adalah meluangkan waktu bersama anak tersayang. Nonton bola hanya sarana untuk mencapai tujuan dan bisa diganti dengan cara lain. Lalu ia mampir ke sebuah kafe di pinggir jalan dan ia merasa senang karena benar-benar mencapai tujuannya yaitu menghabiskan waktu berdua dengan anaknya sepanjang hari.
Contoh lain misalnya dulu menikah tujuannya untuk mencari kebahagiaan berdua. Tetapi setelah dalam proses beberapa tahun, justru masing-masing mencari kesenangan sendiri-sendiri. Proses yang berat atau bahkan sangat mudah terkadang membuat kita lupa pada tujuan semula, sehingga menimbulkan kehancuran, kecewa, kesedihan, dan hal negatif lainnya.
Itulah mengapa tujuan hidup begitu penting, sebab tujuan hidup menjadikan sikap, perkataan, dan perbuatan kita tetap fokus dan kosisten. Tak jarang segala macam kejadian yang kita alami mempengaruhi emosi dan pengambilan keputusan, sehingga kondisi dan tujuan ikut berubah. Dengan kembali memikirkan tujuan hidup maka kita dapat menemukan makna dan kepuasan dari segala sesuatu yang kita lakukan.
Memiliki tujuan hidup juga dapat membangkitkan seluruh potensi dan membantu kita menemukan kekayaan sejati. Sebab tak jarang, tujuan hidup itu menggerakkan kita secara aktif, kreatif, dan disiplin dalam melakukan langkah-langkah ekspansi. Dengan kata lain, tujuan hidup itu menjadikan energi dan vitalitas kita meningkat dalam upaya mencapai sesuatu yang jauh lebih bermakna.
Tujuan hidup juga akan membantu kita menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik mungkin, sebab kita mengetahui kemana akan menuju. Coba bayangkan jika setiap bangun tidur kita tak mengerti apa yang harus dilakukan? Tanpa tujuan hidup yang jelas akan membuat kita cenderung menyia-nyiakan waktu dan kesempatan, tidak mampu bertindak cepat dan senang menunda-nunda pekerjaan.
Memiliki tujuan hidup merupakan hal yang menakjubkan. Oleh sebab itu, maka langkah pertama dan terpenting dalam mengarungi kehidupan adalah menentukan tujuan hidup. Beberapa hal berikut mungkin dapat membantu Anda segera menemukannya (tujuan hidup).



Langkah pertama dalam menentukan tujuan hidup adalah mengenali diri sendiri; apa kekurangan dan kelebihan, apa yang Anda sukai dan inginkan. Keinginan hati yang terdalam seringkali menjadi motivasi yang kuat untuk melakukan langkah-langkah pencapaian. Orang-orang yang terkenal di dunia karena prestasi mereka umumnya memiliki tujuan hidup yang berkaitan erat dengan apa yang ada dalam diri mereka, terutama keahlian dan apa yang mereka sukai.
Tujuan hidup haruslah baik. Leo Nikolaevich Tolstoy (1828-1910), seorang pemikir dan novelis Rusia, mengatakan, "Satu-satunya arti kehidupan adalah mengabdi pada kemanusiaan." Maka pastikan tujuan hidup Anda berkaitan erat dengan kebaikan dunia sekitar & semua orang, memberi kebahagiaan dan ketenangan; tidak menimbulkan kekesalan, kecurigaan, amarah, kesengsaraan apalagi peperangan, serta hal-hal negatif lainnya.
Dalam menentukan tujuan hidup, Anda harus memikirkan kemana akhir perjalanan hidup Anda. Langkah ini hampir sama dengan memikirkan bagaimana tipe pekerjaan yang Anda inginkan, tipe rumah yang Anda sukai, dan lain sebagainya. Terlebih dahulu deskripsikan kehidupan ideal itu, yang membuat Anda benar-benar merasa senang, sehingga dengan senang hati pula Anda menciptakan kemajuan-kemajuan serta menikmati sensasi tantangannya.
Untuk menentukan tujuan hidup, Anda juga harus menggunakan akal sekaligus hati nurani. Sebab kehidupan yang terbaik adalah selaras dengan pikiran dan hati. Banyak orang lebih bahagia dan sukses, karena mereka hidup dalam keseimbangan; dalam arti menjalankan moral-spiritual, mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin, memiliki bisnis, karir dan keuangan yang baik, keharmonisan keluarga, kebugaran fisik, kehidupan social menyenangkan, dan lain sebagainya.









Manajemen Stress
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.













Kepemimpinan
Pemimpin organisasi Anda bertanggung jawab untuk mengelola dan mengarahkan orang lain. Kesuksesan mereka bisa memberikan dampak profit yang luar biasa. Artikel ini memberikan informasi mengenai pengembangan pemimpin untuk usaha dan bagaimana Anda bisa menciptakan tim manajer yang efektif yang bisa menyelesaikan pekerjaan. Apakah Anda seorang eksekutif, manajer atau leader tim, informasi berikut akan menguntungkan Anda.
Solusi bisnis dalam meningkatkan dan mengembangkan pemimpin akan membantu pimpinan Anda menjadi lebih efektif dalam peran manajemen.
Di lingkungan kerja yang bergerak cepat saat ini, hampir 75% manajer di dorong pada peran kepemimpinan tanpa pelatihan formal. Kesuksesan mereka, atau kekurangannya, memberikan dampak yang luar biasa pada keuntungan.
Solusi bisnis dalam peningkatan dan pengembangan pemimpin menggabungkan proses evaluasi informasi organisasi yang besar dengan sistem pengembangan kepemimpian yang dipersonalisasi untuk membantu manajer meningkatkan ketrampilan kritikal yang seringkali dibutuhkan dalam organisasi Anda.
Solusi bisnis menawarkan solusi pengembangan kepemimpinan untuk membantu manajer menjadi lebih efektif. Pendekatannya berdasarkan dua elemen penting:
  • Membantu manajer memahami dan mengembangkan kompetensi kepemimpinan mereka.
  • Memberikan pandangan yang bermanfaat bagi manajer terkait dengan karyawan yang mereka kelola, beserta saran pelatihan yang spesifik terkait dengan bagaimana mengembangkan karyawan dan meningkatkan produktivitas mereka.
  • Banyak oganisasi yang memiliki kemampuan untuk menilai dan mengambil berdasarkan kemampuan teknis yang kemampuannya tidak mereka miliki dan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil dan menilai ketrampilan manajerial. Nyatanya, lebih dari separo perusahaan yang disurvei oleh Bersin (sebuah perusahaan besar) dilaporkan kualitas manajer kelas menengahnyaz ‘cukup’ atau ‘buruk’.
Solusi bisnis untuk peningkatan dan pengembangan pemimpin fokus pada membantu organisasi besar untuk menutup gap kepemimpinan mereka, meningkatkan efektivitas baik manajer front-line dan eksekutif mereka.
Solusi pengembangan kepemimpinan memenuhi ketrampilan kepemimpinan spesifik yang dibutuhkan seperti yang dibutuhkan untuk peningkatan, memungkinan manajer untuk mengejar pengembangan diri di area terpenting untuk meningkatkan kinerja mereka. Solusi pengembangan kepemimpinan akan memberikan Anda dengan data yang obyektif, kuantitatif terkait dengan individu manajer sehingga Anda bisa membuat pengembangan kepemimpinan dan keputusan pelatihan terbaik. Solusi pengembangan kepemimpinan akan membantu Anda menentukan manajer yang butuh peningkatan, area dimana mereka membutuhkan pengembangan dan kemajuan yang dibuat dalam meningkatkan ketrampilan yang dibutuhkan.
Sebagai tambahan, solusi bisnis untuk meningkatkan dan mengembangkan pemimpin memberikan pandangan yang penting terkait dengan karyawan yang mereka kelola, termasuk mengukur perilaku karyawan, motivasi dan keyakian terhadap karyawannya, manajer dan fungsi kerja. Ini adalah langkah awal yang penting dalam membangun dengan kinerja yang tinggi dan meningkatkan level kerterlibatan dalam organsasi Anda.
Meningkatkan ketrampilan kepemimpinan dan manajeman untuk manajer dalam organisasi menjadi hal yang penting. Manajer yang bisa melakukan kinerja yang lebih baik dan bekerja mencapai tujuan organisasi bisa meningkatkan produktivitas dengan “masalah personel” yang lebih sedikit, meningkatkan retensi karyawan dan profit yang lebih besar.
Karyawan adalah aset paling berharga dalam perusahaan Anda. Membuat mereka terlibat dan motivasi adalah kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan dan bisnis yang sukses dan sangat produktif. Ketika beberapa karyawan menghasilkan kemampuan tertinggi mereka terlepas dari insentif, yang lainnya terkadang membutuhkan lompatan awal. Jika ditangani dengan efektif, hasilnya adalah produktivitas yang lebih besar dan meningkatnya moral karyawan. Ini mengarahkan pada kepuasan kerja dan meningkatnya moral karena bisnis Anda dikelola dengan orang-orang yang berproduktivitas tinggi, terampil dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik.














MEMOTIVASI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN
Ada beberapa cara untuk memotivasi orang lain mencapai sasaran atau menyelesaikan suatu tugas maupun mengatasi persoalan atau tantangan yang dihadapinya. Salah satu karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan atau misi dari organisasinya..

Kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi anggota timnya sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya (EQ-nya). Paling tidak ada enam keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, sebelum dia dapat memimpin orang lain, yaitu:
1. Mengenali emosi diri
2. Mengelola emosi diri sendiri
3. Memotivasi diri sendiri
4. Mengenali emosi orang lain
5. Mengelola emosi orang lain
6. Memotivasi orang lain

1. Mengenali emosi diri

Keterampilan ini meliputi kemampuan kita untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, kita harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam kekuasaan emosi kita, artinya kita kehilangan kendali atas perasaan kita yang pada gilirannya membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup kita.

2. Mengelola emosi diri sendiri

Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada kita. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri (self controlled) yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

3. Memotivasi diri sendiri

Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri (achievement motivation). Kendali diri emosional menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.
4. Mengenali emosi orang lain

Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Stephen Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.


5. Mengelola emosi orang lain

Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antarpribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antarmanusia. Keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antarpribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antarkorporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antarindividu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain (baca: membina hubungan yang efektif dengan pihak lain) semakin tinggi kinerja organisasi itu secara keseluruhan.
 6. Memotivasi orang lain

Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan handal.


MENGENAL 3 JENIS MOTIVASI

MEMOTIVASI ORANG LAIN bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu:

(1) Motivasi pertama adalah motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.



(2) Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu.

(3) Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.











                                 





Berpikir Kreatif

Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan pekerjaan yang asli, tetapi yang sesuai dan bermanfaat (Berk, 2005). Kebanyakan psikolog setuju bahwa tidak ada pemikiran yang semua dapat meningkatkan kreativitas: orang kreatif hanya dalam bidang tertentu, sebagai contoh, John Irving di dalam menulis fiksi. Bagaimanapun, untuk dapat kreatif, 'penemuan' harus diusahakan. Satu penumpahan tinta kebetulan sehingga menghasilkan suatu desain roman bukanlah kreatif kecuali jika seniman mengenali potensi dari 'kecelakaan' atau menggunakan teknik penumpahan dengan sengaja untuk menciptakan karya-karya baru (Weisberg, 1993). Seperti kita sudah menyebutkan sebelumnya, meski kita sering mengaitkan seni-seni dengan kreativitas, tetapi setiap hal dapat didekati denan cara yang kreatif.
Berpikir  kritis banyak dipikirkan di otak kiri, sedang berpikir kreatif lebih banyak di otak sebelah kanan, mereka kedua-duanya melibatkan " berpikir." Biasanya kita sebut sebagai HOTS " higher-order thinking skills " yang terkonsentrasi pada tiga kompetensi kognitif tertinggi dari Taksonomi Bloom, yaitu analisis, sintesis, dan evaluasi yang perlu dikuasai siswa di  kelas. Berpikir kritis sering dikaitkan dengan berpikir kreatif.
The Liang Gie (2003) memberikan batasan,  bahwa berpikir kreatif adalah satu rangkaian tindakan yang dilakukan orang dengan menggunakan akal budinya untuk menciptakan buah pikiran baru dari kumpulan ingatan yang berisi berbagai ide, keterangan, konsep, pengalaman, dan pengetahuan. Pengertian ini menunjukkan bahwa berpikir kreatif ditandai dengan penciptaan sesuatu yang baru dari hasil berbagai gagasan, keterangan, konsep, pengalaman, maupun pengetahuan yang ada dalam pikirannya.
Berpikir kreatif melibatkan menciptakan sesuatu yang baru atau asli. Berpikir kreatif melibatkan keterampilan fleksibilitas, keaslian, kelancaran, elaborasi, curah pendapat (brainstorming), modifikasi, perumpamaan (imagery), berpikir asosiatif, mendaftar atribut, berpikir  berkenaan dengan metafora, membuat hubungan. Tujuan dari berpikir kreatif adalah untuk merangsang keingintahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir divergen.
Berpikir kreatif adalah suatu aktivitas mental untuk membuat hubungan-hubunan yang terus-menerus, sehingga ditemukan kombinasi yang “benar” atau sampai seseorang itu menyerah. Asosiasi kreatif terjadi melalui kemiripan-kemiripan sesuatu atau melalui pemikiran analogis. Asosiasi gagasan-gagasan membentuk gagasan-gagasan baru, jadi, berpikir kreatif mengabaikan hubungan-hubungan yang sudah mapan dan menciptakan hubungan-hubungan tersendiri. Pengertian ini menunjukkan bahwa berpikir kreatif merupakan kegiatan mental untuk menemukan suatu kombinasi yang belum dikenal sebelumnya.
Berpikir kreatif dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang digunakan ketika seorang individu mendatangkan atau memunculkan suatu gagasan baru. gagasan baru tersebut merupakan gabungan gagasan-gagasan sebelumnya yang belum pernah diwujudkan. Pengertian ini lebih memfokuskan pada proses individu untuk memunculkan gagasan baru yang merupakan gabungan gagasan-gagasan sebelumnya yang belum diwujudkan atau masih dalam pemikiran. Pengertian bepikir kreatif ini ditandai adanya gagasan baru yang dimunculkan sebagai hasil dari proses berpikir tersebut.




Terimalah dan dorong pemikiran divergen
Contoh:
  1. Selama diskusi kelas,  minta siapapun menyarankan cara atau gagasan yang berbeda.
  2. Kuatkan usaha pada penyelesaian-penyelesaian msalah yang tidak biasa, sekali pun produk akhir belum sempurna.
  3. Berikan aneka pilihan  topik untuk proyek-proyek atau presentasi (yang ditulis, lisan, visual atau grafik, menggunakan teknologi).
Maklumi berselisih paham
Contoh:
  1. Minta murid untuk memahami perbedaan pendapat.
  2. Pastikan para murid tidak membiasakan diri hanya menerima satu bagian dari kelas atau karena diistimewakan dan diberi penghargaan.
Dorong para murid untuk mempercayai keputusan mereka sendiri
Contoh:
  1. Ketika murid bertanya yang anda pikir mereka dapat menjawabnya sendiri, kembangkan dengan cara lain atau memperluas pertanyaan tersebut dan kembalikan kepada para murid untuk menjawabnya sendiri.
  2. Tetapkan tugas tanpa adanya jawaban atau hasil-hasil yang pasti benar atau salah.
Tekankan bahwa setiap orang adalah mampu berkreasi dalam beberapa wilayah
Contoh:
  1. Hindari gambaran bahwa prestasi dari para seniman atau para pencipta seolah-olah mereka mereka berkemampuan melebihi manusia biasa.
  2. Kenali usaha-usaha kreatif pada setiap pekerjaan murid. Buat suatu komentar yang terpisah untuk keaslian di umpan balik tugas.
Sediakan waktu, ruang dan bahan-bahan untuk mendukung tugas-tugas kreatif
Contoh:
  1. Kumpulkan bahan-bahan untuk gambar yang dapat dibuat dari potongan-potongan  kertas, manik-manik, batu-batu dan lain-lain.
  2. Buat suatu ruangan di mana anak-anak dapat bekerja untuk tugas-tugas yang diberikan, dan meninggalkan mereka bebas mengembangkan kreasinya.
  3. Manfaatkan saat-saat yang mengesankan (darmawisata, liput berita, liburan) dengan peluang untuk berkreasi (menggambar, menulis, atau bermusik).



Berikan dorongan untuk pemikiran kreatif
Contoh:
  1. Berikan suatu sesi pengungkapan pendapat kelas kapan pun.
  2. Berikan kesempatan mengusulkan penyelesaian-penyelesaian yang tidak biasa untuk permasalahan kelas.
  3. Dorong murid untuk menunda (tidak tergesa-gesa) memutuskan usul tertentu dalam memecahkan suatu masalah sampai semua berbagai kemungkinan telah dipertimbangkan.
Sebagai tambahan dalam usaha mengembangkan kreativitas melalui interaksi-interaksi sehari-hari dengan para murid, para guru dapat mencoba pengungkapan pendapat. Ajaran dasar bramstorrninal adalah memisahkan proses penciptaan gagasan-gagasan dari proses mengevaluasi mereka karena evaluasi sering kali menghalangi kelancaran dan fleksibilitas (Osborn, 1993). Evaluasi, diskusi dan kritik ditunda sampai semua usul mungkin telah dibuat. Dengan cara ini, satu gagasan mengilhami yang lain; orang-orang tidak menahan penyelesaian-penyelesaian kreatif berpotensi ke luar dari ketakutannya terhadap kritikan. John Baer (1997: 43) memberi aturan-aturan ini dalam pengungkapan pendapat:
  1. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan.
  2. Hindari kepemilikan dari gagasan-gagasan. Ketika orang-orang merasa bahwa satu gagasan adalah milik mereka, ego-ego kadang-kadang menghalangi pemikiran kreatif. Mereka nampaknya akan lebih bertahan pada gagasan-gagasan kritis, dan mereka kurang bersedia untuk membiarkan gagasan mereka dimodifikasi.
  3. Hindari membonceng gagasan-gagasan yang sudah diungkapkan. Ini berarti telah menyetujui unsur-unsur dari gagasan-gagasan telah ada, atau untuk membuat modifikasi-modifikasi sedikit gagasan-gagasan telah diusulkan.
  4. Dorong gagasan-gagasan liar. Gagasan-gagasan yang mustahil, yang tidak dapat dilaksanakan secara total boleh dikemukakan seseorang untuk berpikir tentang yang lain, gagasan-gagasan lebih mungkin, lebih dapat dikerjakan.
Dalam riset yang terbaru diungkapan pendapat oleh Brown,V.R. dan Paulus, P.B. (2002),' Making menggolongkan pengungkapan pendapat lebih efektif: Pujian; rekomendasi dari satu perspektif memori yang asosiatif', Arah Yang Ada di Psychological Science, 11, pp208-212. topik-topik yang berbeda bisa dicakup, ditutup di dalam suatu bab, lalu meninggalkan daftar dan kembali kemudiannya untuk mengevaluasi gagasan-gagasan. Pengungkapan pendapat bisa merupakan suatu aktivitas sangat menyenangkan seperti di banyak pikiran sehat tidak ada yang benar atau salah. ini merupakan suatu irama seperti 'bermain' dengan semua gagasan yang mungkin, pemilihan, menolak dan menggerakkan gagasan-gagasan di sekeliling sampai keseluruhan yang diorganisir  Mempertanyakan efektivitas gagasan-gagasan yang sudah ada bisa merupakan suatu pengalaman sangat kreatif. 


Kesimpulan
            Menentukan tujuan hidup adalah langkah hidup terbesar yang akan membuat Anda mencapai kepuasan dan kebahagiaan. Sebab tujuan hidup yang jelas menjadi sebuah peta untuk membimbing Anda tiba tepat pada tujuan. Jadi jangan tunda lagi, segera tentukan tujuan hidup Anda, sekarang.
            Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Untuk menghindari Strees.
            Kepemimpinan yang buruk bisa memberikan dampak yang besar pada rekan kerja dan bottom line Anda. Manajer bertanggungjawab untuk memimpin dan mengarahkan karyawan untuk mencapi tujuan organisasi. Tidak ada usaha yang menggunakan manajer yang tidak bisa atau tidak bisa menyelesaikan pekerjaan.
            Seorang pemimpin yang tidak mampu memotivasi orang-orangnya, tidak lebih dari seorang penunjuk jalan, yang tahu ke mana harus pergi tetapi sepenuhnya tidak dapat mengendalikan mereka yang dipandunya
     Berpikir kreatif merupakan suatu aktivitas mental yang memperhatikan keaslian dan wawasan (ide). Berpikir kritis adalah suatu kemampuan untuk bernalar dalam suau cara yang terorganisasi. Berpikir kritis juga merupakan  suatu kemampuan  untuk mengevaluasi secara sistematik kualitas pemikiran diri sendiri dan orang lain. Berpikir dengan kritis dan kreatif memungkinkan siswa mempelajari masalah secara sistematik, mempertemukan banyak sekali tantangan dalam suatu cara yang terorganisasi, merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang inovatif dan merancang/mendesain solusi-solusi yang asli.









 
MAKALAH INTERPERSONAL SKILL


DISUSUN OLEH :
MY REDO PERMANA
04210048
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
SISTEM INFORMASI

Kata Pengantar
 Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan Tugas Makalah ini untuk memenuhi Tugas mata kuliah Interpersonal skill.
Mungkin dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu dari segi penulisan, isi dan lain sebagainya, maka penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran guna perbaikan untuk pembuatan makalah untuk hari yang akan datang.
Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Atas semua ini saya mengucapkan terima kasih . Semoga bermanfaat bagi pembaca.

           











Daftar Isi

Kata Pengantar ……………………………………………………………… 1
Daftar Isi ……………………………………………………………………... 2
Isi
Ø Menentukan tujuan hidup …………………………………....……… 3
Ø Manajemen stress …………………………………………………….. 5
Ø Kepemimpinan ……………………………………………………….. 6
Ø Memotivasi diri sendiri dan orang lain ……………………………... 8
Ø Berpikir kreatif ………………………………………………………. 10
Kesimpulan ……………………..…………………………………………… 14
Daftar Pustaka ……………………………………………………………… 15










Menentukan Tujuan Hidup
Kehidupan ini adalah sebuah janji; Penuhi janji itu."
Tujuan hidup adalah keyakinan, moral, atau standar yang akan mengendalikan hidup kita, sebab ia (tujuan hidup) memandu pola pikir dan perilaku kita.
Contoh seorang ayah ingin meluangkan waktu bersama anak lelakinya. Ia merencanakan nonton pertandingan sepak bola. Tetapi ia kecewa karena mobilnya terjebak macet parah.
Sesaat kemudian ia segera melupakan rasa kecewa dan kembali ceria, sebab ia ingat tujuannya adalah meluangkan waktu bersama anak tersayang. Nonton bola hanya sarana untuk mencapai tujuan dan bisa diganti dengan cara lain. Lalu ia mampir ke sebuah kafe di pinggir jalan dan ia merasa senang karena benar-benar mencapai tujuannya yaitu menghabiskan waktu berdua dengan anaknya sepanjang hari.
Contoh lain misalnya dulu menikah tujuannya untuk mencari kebahagiaan berdua. Tetapi setelah dalam proses beberapa tahun, justru masing-masing mencari kesenangan sendiri-sendiri. Proses yang berat atau bahkan sangat mudah terkadang membuat kita lupa pada tujuan semula, sehingga menimbulkan kehancuran, kecewa, kesedihan, dan hal negatif lainnya.
Itulah mengapa tujuan hidup begitu penting, sebab tujuan hidup menjadikan sikap, perkataan, dan perbuatan kita tetap fokus dan kosisten. Tak jarang segala macam kejadian yang kita alami mempengaruhi emosi dan pengambilan keputusan, sehingga kondisi dan tujuan ikut berubah. Dengan kembali memikirkan tujuan hidup maka kita dapat menemukan makna dan kepuasan dari segala sesuatu yang kita lakukan.
Memiliki tujuan hidup juga dapat membangkitkan seluruh potensi dan membantu kita menemukan kekayaan sejati. Sebab tak jarang, tujuan hidup itu menggerakkan kita secara aktif, kreatif, dan disiplin dalam melakukan langkah-langkah ekspansi. Dengan kata lain, tujuan hidup itu menjadikan energi dan vitalitas kita meningkat dalam upaya mencapai sesuatu yang jauh lebih bermakna.
Tujuan hidup juga akan membantu kita menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik mungkin, sebab kita mengetahui kemana akan menuju. Coba bayangkan jika setiap bangun tidur kita tak mengerti apa yang harus dilakukan? Tanpa tujuan hidup yang jelas akan membuat kita cenderung menyia-nyiakan waktu dan kesempatan, tidak mampu bertindak cepat dan senang menunda-nunda pekerjaan.
Memiliki tujuan hidup merupakan hal yang menakjubkan. Oleh sebab itu, maka langkah pertama dan terpenting dalam mengarungi kehidupan adalah menentukan tujuan hidup. Beberapa hal berikut mungkin dapat membantu Anda segera menemukannya (tujuan hidup).



Langkah pertama dalam menentukan tujuan hidup adalah mengenali diri sendiri; apa kekurangan dan kelebihan, apa yang Anda sukai dan inginkan. Keinginan hati yang terdalam seringkali menjadi motivasi yang kuat untuk melakukan langkah-langkah pencapaian. Orang-orang yang terkenal di dunia karena prestasi mereka umumnya memiliki tujuan hidup yang berkaitan erat dengan apa yang ada dalam diri mereka, terutama keahlian dan apa yang mereka sukai.
Tujuan hidup haruslah baik. Leo Nikolaevich Tolstoy (1828-1910), seorang pemikir dan novelis Rusia, mengatakan, "Satu-satunya arti kehidupan adalah mengabdi pada kemanusiaan." Maka pastikan tujuan hidup Anda berkaitan erat dengan kebaikan dunia sekitar & semua orang, memberi kebahagiaan dan ketenangan; tidak menimbulkan kekesalan, kecurigaan, amarah, kesengsaraan apalagi peperangan, serta hal-hal negatif lainnya.
Dalam menentukan tujuan hidup, Anda harus memikirkan kemana akhir perjalanan hidup Anda. Langkah ini hampir sama dengan memikirkan bagaimana tipe pekerjaan yang Anda inginkan, tipe rumah yang Anda sukai, dan lain sebagainya. Terlebih dahulu deskripsikan kehidupan ideal itu, yang membuat Anda benar-benar merasa senang, sehingga dengan senang hati pula Anda menciptakan kemajuan-kemajuan serta menikmati sensasi tantangannya.
Untuk menentukan tujuan hidup, Anda juga harus menggunakan akal sekaligus hati nurani. Sebab kehidupan yang terbaik adalah selaras dengan pikiran dan hati. Banyak orang lebih bahagia dan sukses, karena mereka hidup dalam keseimbangan; dalam arti menjalankan moral-spiritual, mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin, memiliki bisnis, karir dan keuangan yang baik, keharmonisan keluarga, kebugaran fisik, kehidupan social menyenangkan, dan lain sebagainya.









Manajemen Stress
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.













Kepemimpinan
Pemimpin organisasi Anda bertanggung jawab untuk mengelola dan mengarahkan orang lain. Kesuksesan mereka bisa memberikan dampak profit yang luar biasa. Artikel ini memberikan informasi mengenai pengembangan pemimpin untuk usaha dan bagaimana Anda bisa menciptakan tim manajer yang efektif yang bisa menyelesaikan pekerjaan. Apakah Anda seorang eksekutif, manajer atau leader tim, informasi berikut akan menguntungkan Anda.
Solusi bisnis dalam meningkatkan dan mengembangkan pemimpin akan membantu pimpinan Anda menjadi lebih efektif dalam peran manajemen.
Di lingkungan kerja yang bergerak cepat saat ini, hampir 75% manajer di dorong pada peran kepemimpinan tanpa pelatihan formal. Kesuksesan mereka, atau kekurangannya, memberikan dampak yang luar biasa pada keuntungan.
Solusi bisnis dalam peningkatan dan pengembangan pemimpin menggabungkan proses evaluasi informasi organisasi yang besar dengan sistem pengembangan kepemimpian yang dipersonalisasi untuk membantu manajer meningkatkan ketrampilan kritikal yang seringkali dibutuhkan dalam organisasi Anda.
Solusi bisnis menawarkan solusi pengembangan kepemimpinan untuk membantu manajer menjadi lebih efektif. Pendekatannya berdasarkan dua elemen penting:
  • Membantu manajer memahami dan mengembangkan kompetensi kepemimpinan mereka.
  • Memberikan pandangan yang bermanfaat bagi manajer terkait dengan karyawan yang mereka kelola, beserta saran pelatihan yang spesifik terkait dengan bagaimana mengembangkan karyawan dan meningkatkan produktivitas mereka.
  • Banyak oganisasi yang memiliki kemampuan untuk menilai dan mengambil berdasarkan kemampuan teknis yang kemampuannya tidak mereka miliki dan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil dan menilai ketrampilan manajerial. Nyatanya, lebih dari separo perusahaan yang disurvei oleh Bersin (sebuah perusahaan besar) dilaporkan kualitas manajer kelas menengahnyaz ‘cukup’ atau ‘buruk’.
Solusi bisnis untuk peningkatan dan pengembangan pemimpin fokus pada membantu organisasi besar untuk menutup gap kepemimpinan mereka, meningkatkan efektivitas baik manajer front-line dan eksekutif mereka.
Solusi pengembangan kepemimpinan memenuhi ketrampilan kepemimpinan spesifik yang dibutuhkan seperti yang dibutuhkan untuk peningkatan, memungkinan manajer untuk mengejar pengembangan diri di area terpenting untuk meningkatkan kinerja mereka. Solusi pengembangan kepemimpinan akan memberikan Anda dengan data yang obyektif, kuantitatif terkait dengan individu manajer sehingga Anda bisa membuat pengembangan kepemimpinan dan keputusan pelatihan terbaik. Solusi pengembangan kepemimpinan akan membantu Anda menentukan manajer yang butuh peningkatan, area dimana mereka membutuhkan pengembangan dan kemajuan yang dibuat dalam meningkatkan ketrampilan yang dibutuhkan.
Sebagai tambahan, solusi bisnis untuk meningkatkan dan mengembangkan pemimpin memberikan pandangan yang penting terkait dengan karyawan yang mereka kelola, termasuk mengukur perilaku karyawan, motivasi dan keyakian terhadap karyawannya, manajer dan fungsi kerja. Ini adalah langkah awal yang penting dalam membangun dengan kinerja yang tinggi dan meningkatkan level kerterlibatan dalam organsasi Anda.
Meningkatkan ketrampilan kepemimpinan dan manajeman untuk manajer dalam organisasi menjadi hal yang penting. Manajer yang bisa melakukan kinerja yang lebih baik dan bekerja mencapai tujuan organisasi bisa meningkatkan produktivitas dengan “masalah personel” yang lebih sedikit, meningkatkan retensi karyawan dan profit yang lebih besar.
Karyawan adalah aset paling berharga dalam perusahaan Anda. Membuat mereka terlibat dan motivasi adalah kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan dan bisnis yang sukses dan sangat produktif. Ketika beberapa karyawan menghasilkan kemampuan tertinggi mereka terlepas dari insentif, yang lainnya terkadang membutuhkan lompatan awal. Jika ditangani dengan efektif, hasilnya adalah produktivitas yang lebih besar dan meningkatnya moral karyawan. Ini mengarahkan pada kepuasan kerja dan meningkatnya moral karena bisnis Anda dikelola dengan orang-orang yang berproduktivitas tinggi, terampil dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik.














MEMOTIVASI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN
Ada beberapa cara untuk memotivasi orang lain mencapai sasaran atau menyelesaikan suatu tugas maupun mengatasi persoalan atau tantangan yang dihadapinya. Salah satu karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan atau misi dari organisasinya..

Kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi anggota timnya sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya (EQ-nya). Paling tidak ada enam keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, sebelum dia dapat memimpin orang lain, yaitu:
1. Mengenali emosi diri
2. Mengelola emosi diri sendiri
3. Memotivasi diri sendiri
4. Mengenali emosi orang lain
5. Mengelola emosi orang lain
6. Memotivasi orang lain

1. Mengenali emosi diri

Keterampilan ini meliputi kemampuan kita untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, kita harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam kekuasaan emosi kita, artinya kita kehilangan kendali atas perasaan kita yang pada gilirannya membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup kita.

2. Mengelola emosi diri sendiri

Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada kita. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri (self controlled) yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

3. Memotivasi diri sendiri

Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri (achievement motivation). Kendali diri emosional menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.
4. Mengenali emosi orang lain

Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Stephen Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.


5. Mengelola emosi orang lain

Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antarpribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antarmanusia. Keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antarpribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antarkorporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antarindividu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain (baca: membina hubungan yang efektif dengan pihak lain) semakin tinggi kinerja organisasi itu secara keseluruhan.
 6. Memotivasi orang lain

Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan handal.


MENGENAL 3 JENIS MOTIVASI

MEMOTIVASI ORANG LAIN bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu:

(1) Motivasi pertama adalah motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.



(2) Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu.

(3) Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.











                                 





Berpikir Kreatif

Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan pekerjaan yang asli, tetapi yang sesuai dan bermanfaat (Berk, 2005). Kebanyakan psikolog setuju bahwa tidak ada pemikiran yang semua dapat meningkatkan kreativitas: orang kreatif hanya dalam bidang tertentu, sebagai contoh, John Irving di dalam menulis fiksi. Bagaimanapun, untuk dapat kreatif, 'penemuan' harus diusahakan. Satu penumpahan tinta kebetulan sehingga menghasilkan suatu desain roman bukanlah kreatif kecuali jika seniman mengenali potensi dari 'kecelakaan' atau menggunakan teknik penumpahan dengan sengaja untuk menciptakan karya-karya baru (Weisberg, 1993). Seperti kita sudah menyebutkan sebelumnya, meski kita sering mengaitkan seni-seni dengan kreativitas, tetapi setiap hal dapat didekati denan cara yang kreatif.
Berpikir  kritis banyak dipikirkan di otak kiri, sedang berpikir kreatif lebih banyak di otak sebelah kanan, mereka kedua-duanya melibatkan " berpikir." Biasanya kita sebut sebagai HOTS " higher-order thinking skills " yang terkonsentrasi pada tiga kompetensi kognitif tertinggi dari Taksonomi Bloom, yaitu analisis, sintesis, dan evaluasi yang perlu dikuasai siswa di  kelas. Berpikir kritis sering dikaitkan dengan berpikir kreatif.
The Liang Gie (2003) memberikan batasan,  bahwa berpikir kreatif adalah satu rangkaian tindakan yang dilakukan orang dengan menggunakan akal budinya untuk menciptakan buah pikiran baru dari kumpulan ingatan yang berisi berbagai ide, keterangan, konsep, pengalaman, dan pengetahuan. Pengertian ini menunjukkan bahwa berpikir kreatif ditandai dengan penciptaan sesuatu yang baru dari hasil berbagai gagasan, keterangan, konsep, pengalaman, maupun pengetahuan yang ada dalam pikirannya.
Berpikir kreatif melibatkan menciptakan sesuatu yang baru atau asli. Berpikir kreatif melibatkan keterampilan fleksibilitas, keaslian, kelancaran, elaborasi, curah pendapat (brainstorming), modifikasi, perumpamaan (imagery), berpikir asosiatif, mendaftar atribut, berpikir  berkenaan dengan metafora, membuat hubungan. Tujuan dari berpikir kreatif adalah untuk merangsang keingintahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir divergen.
Berpikir kreatif adalah suatu aktivitas mental untuk membuat hubungan-hubunan yang terus-menerus, sehingga ditemukan kombinasi yang “benar” atau sampai seseorang itu menyerah. Asosiasi kreatif terjadi melalui kemiripan-kemiripan sesuatu atau melalui pemikiran analogis. Asosiasi gagasan-gagasan membentuk gagasan-gagasan baru, jadi, berpikir kreatif mengabaikan hubungan-hubungan yang sudah mapan dan menciptakan hubungan-hubungan tersendiri. Pengertian ini menunjukkan bahwa berpikir kreatif merupakan kegiatan mental untuk menemukan suatu kombinasi yang belum dikenal sebelumnya.
Berpikir kreatif dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang digunakan ketika seorang individu mendatangkan atau memunculkan suatu gagasan baru. gagasan baru tersebut merupakan gabungan gagasan-gagasan sebelumnya yang belum pernah diwujudkan. Pengertian ini lebih memfokuskan pada proses individu untuk memunculkan gagasan baru yang merupakan gabungan gagasan-gagasan sebelumnya yang belum diwujudkan atau masih dalam pemikiran. Pengertian bepikir kreatif ini ditandai adanya gagasan baru yang dimunculkan sebagai hasil dari proses berpikir tersebut.




Terimalah dan dorong pemikiran divergen
Contoh:
  1. Selama diskusi kelas,  minta siapapun menyarankan cara atau gagasan yang berbeda.
  2. Kuatkan usaha pada penyelesaian-penyelesaian msalah yang tidak biasa, sekali pun produk akhir belum sempurna.
  3. Berikan aneka pilihan  topik untuk proyek-proyek atau presentasi (yang ditulis, lisan, visual atau grafik, menggunakan teknologi).
Maklumi berselisih paham
Contoh:
  1. Minta murid untuk memahami perbedaan pendapat.
  2. Pastikan para murid tidak membiasakan diri hanya menerima satu bagian dari kelas atau karena diistimewakan dan diberi penghargaan.
Dorong para murid untuk mempercayai keputusan mereka sendiri
Contoh:
  1. Ketika murid bertanya yang anda pikir mereka dapat menjawabnya sendiri, kembangkan dengan cara lain atau memperluas pertanyaan tersebut dan kembalikan kepada para murid untuk menjawabnya sendiri.
  2. Tetapkan tugas tanpa adanya jawaban atau hasil-hasil yang pasti benar atau salah.
Tekankan bahwa setiap orang adalah mampu berkreasi dalam beberapa wilayah
Contoh:
  1. Hindari gambaran bahwa prestasi dari para seniman atau para pencipta seolah-olah mereka mereka berkemampuan melebihi manusia biasa.
  2. Kenali usaha-usaha kreatif pada setiap pekerjaan murid. Buat suatu komentar yang terpisah untuk keaslian di umpan balik tugas.
Sediakan waktu, ruang dan bahan-bahan untuk mendukung tugas-tugas kreatif
Contoh:
  1. Kumpulkan bahan-bahan untuk gambar yang dapat dibuat dari potongan-potongan  kertas, manik-manik, batu-batu dan lain-lain.
  2. Buat suatu ruangan di mana anak-anak dapat bekerja untuk tugas-tugas yang diberikan, dan meninggalkan mereka bebas mengembangkan kreasinya.
  3. Manfaatkan saat-saat yang mengesankan (darmawisata, liput berita, liburan) dengan peluang untuk berkreasi (menggambar, menulis, atau bermusik).



Berikan dorongan untuk pemikiran kreatif
Contoh:
  1. Berikan suatu sesi pengungkapan pendapat kelas kapan pun.
  2. Berikan kesempatan mengusulkan penyelesaian-penyelesaian yang tidak biasa untuk permasalahan kelas.
  3. Dorong murid untuk menunda (tidak tergesa-gesa) memutuskan usul tertentu dalam memecahkan suatu masalah sampai semua berbagai kemungkinan telah dipertimbangkan.
Sebagai tambahan dalam usaha mengembangkan kreativitas melalui interaksi-interaksi sehari-hari dengan para murid, para guru dapat mencoba pengungkapan pendapat. Ajaran dasar bramstorrninal adalah memisahkan proses penciptaan gagasan-gagasan dari proses mengevaluasi mereka karena evaluasi sering kali menghalangi kelancaran dan fleksibilitas (Osborn, 1993). Evaluasi, diskusi dan kritik ditunda sampai semua usul mungkin telah dibuat. Dengan cara ini, satu gagasan mengilhami yang lain; orang-orang tidak menahan penyelesaian-penyelesaian kreatif berpotensi ke luar dari ketakutannya terhadap kritikan. John Baer (1997: 43) memberi aturan-aturan ini dalam pengungkapan pendapat:
  1. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan.
  2. Hindari kepemilikan dari gagasan-gagasan. Ketika orang-orang merasa bahwa satu gagasan adalah milik mereka, ego-ego kadang-kadang menghalangi pemikiran kreatif. Mereka nampaknya akan lebih bertahan pada gagasan-gagasan kritis, dan mereka kurang bersedia untuk membiarkan gagasan mereka dimodifikasi.
  3. Hindari membonceng gagasan-gagasan yang sudah diungkapkan. Ini berarti telah menyetujui unsur-unsur dari gagasan-gagasan telah ada, atau untuk membuat modifikasi-modifikasi sedikit gagasan-gagasan telah diusulkan.
  4. Dorong gagasan-gagasan liar. Gagasan-gagasan yang mustahil, yang tidak dapat dilaksanakan secara total boleh dikemukakan seseorang untuk berpikir tentang yang lain, gagasan-gagasan lebih mungkin, lebih dapat dikerjakan.
Dalam riset yang terbaru diungkapan pendapat oleh Brown,V.R. dan Paulus, P.B. (2002),' Making menggolongkan pengungkapan pendapat lebih efektif: Pujian; rekomendasi dari satu perspektif memori yang asosiatif', Arah Yang Ada di Psychological Science, 11, pp208-212. topik-topik yang berbeda bisa dicakup, ditutup di dalam suatu bab, lalu meninggalkan daftar dan kembali kemudiannya untuk mengevaluasi gagasan-gagasan. Pengungkapan pendapat bisa merupakan suatu aktivitas sangat menyenangkan seperti di banyak pikiran sehat tidak ada yang benar atau salah. ini merupakan suatu irama seperti 'bermain' dengan semua gagasan yang mungkin, pemilihan, menolak dan menggerakkan gagasan-gagasan di sekeliling sampai keseluruhan yang diorganisir  Mempertanyakan efektivitas gagasan-gagasan yang sudah ada bisa merupakan suatu pengalaman sangat kreatif. 


Kesimpulan
            Menentukan tujuan hidup adalah langkah hidup terbesar yang akan membuat Anda mencapai kepuasan dan kebahagiaan. Sebab tujuan hidup yang jelas menjadi sebuah peta untuk membimbing Anda tiba tepat pada tujuan. Jadi jangan tunda lagi, segera tentukan tujuan hidup Anda, sekarang.
            Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Untuk menghindari Strees.
            Kepemimpinan yang buruk bisa memberikan dampak yang besar pada rekan kerja dan bottom line Anda. Manajer bertanggungjawab untuk memimpin dan mengarahkan karyawan untuk mencapi tujuan organisasi. Tidak ada usaha yang menggunakan manajer yang tidak bisa atau tidak bisa menyelesaikan pekerjaan.
            Seorang pemimpin yang tidak mampu memotivasi orang-orangnya, tidak lebih dari seorang penunjuk jalan, yang tahu ke mana harus pergi tetapi sepenuhnya tidak dapat mengendalikan mereka yang dipandunya
     Berpikir kreatif merupakan suatu aktivitas mental yang memperhatikan keaslian dan wawasan (ide). Berpikir kritis adalah suatu kemampuan untuk bernalar dalam suau cara yang terorganisasi. Berpikir kritis juga merupakan  suatu kemampuan  untuk mengevaluasi secara sistematik kualitas pemikiran diri sendiri dan orang lain. Berpikir dengan kritis dan kreatif memungkinkan siswa mempelajari masalah secara sistematik, mempertemukan banyak sekali tantangan dalam suatu cara yang terorganisasi, merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang inovatif dan merancang/mendesain solusi-solusi yang asli.










Daftar Pustaka

http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000521.php
http://fisika-dan-pembelajaran.blogspot.com/2010/12/berpikir-kreatif.html

Daftar Pustaka

http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000521.php
http://fisika-dan-pembelajaran.blogspot.com/2010/12/berpikir-kreatif.html